Lagu Anak Indonesia Populer 2

Lagu Anak Indonesia Populer 2

Lagu Anak Indonesia Populer 2

Menyambung postingan sebelumnya tentang lagu-lagu anak Indonesia Populer 1, Pada postingan berikut ini akan dilanjutkan mengenai Lagu-lagu Anak Indonesia Populer yang sering dinyanyikan oleh anak-anak Indonesia pada masa kecil kita. Untuk dapat membelajarkan lagu-lagu anak-anak, tentu saja orang tua (Ibu-ibu) harus tahu tentang lagu-lagu ini. Untuk itu, maka Anazura Shop Memposting lagu-lagu anak-anak Indonesia dan Inggris Populer. Semoga dengan postingan ini Pelanggan setia Anazura Shop dan pengunjung situs ini dapat mengambil manfaat yang sebesar-sebesarnya, Amin Ya Robbal ‘alamin.

Dua Mata Saya

dua mata saya
hidung saya satu
dua kaki saya pakai sepatu baru dua telinga saya yang kiri dan kanan satu mulut saya
tidak berhenti makan

Gelang Sipaku Gelang

gelang sipaku gelang
gelang si rama rama

mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama

mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama

Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang

Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang

Buat apa susah Buat apa susah
Susah itu tak ada gunanya

Ibu Kita Kartini

ibu kita Kartini, putri sejati
putri Indonesia, harum namanya

ibu kita Kartini, pendekar bangsa
pendekar kaumnya untuk merdeka

wahai ibu kita Kartini
putri yang mulia
sungguh besar cita-citanya
bagi Indonesia
ibu kita kartini, putri jauhari
putri yang berjasa seindonesia
wahai ibu kita kartini
putri yang mulia
sungguh besar cita-citanya bagi indonesia

Ibu Pertiwi

kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air mata nya berlinang
mas intanmu terkenang

hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa

kulihat ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan ibu

ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
untuk nusa dan bangsa

Kapal Api

Lihatlah sebuah titik jauh di tengah laut,
s’makin lama s’makin jelas
bentuk rupanya
Itulah kapal api yang sedang berlayar,
asapnya yang putih mengepul di udara

Kasih Ibu

Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.

Kebunku

kebunku
penuh dengan bunga

ada yang putih,
dan ada yang merah

setiap hari
kusiram semua
mawar melati,
semuanya indah!

Keranjang Sampah

kumakan pisang
tidak dengan kulitnya

Kulit kulempar k’ranjang
Keranjang sampah namanya
Keranjang sampah namanya

Ke Pasar Ikan

Minggu, hari Minggu ke Pasar Ikan
dengan ayah dengan ibu beserta paman
Kulihat ikan di dalam kolam
berbisik-bisik memberi salam

Kring Kring…

Kring-kring-kring ada sepeda
Sepedaku roda tiga
Kudapat dari ayah
karena rajin belajar

Tok-tok-tok ada sepatu
Sepatuku kulit lembu
Kudapat dari ibu
karena rajin membantu

Kunang-Kunang

Kunang-kunang, hendak ke mana

Kelap-kelip indah sekali
Gemerlap, bersinar
seperti bintang di malam hari

kunang-kunang, terbang ke sini
Ke tempatku singgah dahulu
Kemari, kemari
Hinggaplah di telapak tanganku

Kupu-Kupu

Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang kembang
berayun ayun
pada tangkai yang lemah
tidakkah sayapmu
merasa lelah

kupu-kupu yang elok
bolehkah saya serta
mencium bunga-bunga
yang semerbak baunya
sambil bersenda
semua kauhampiri
bolehkah kuturut
bersama pergi

………….
Adik siapa itu
punya empat mata
mungkin mencari kamu
lekaslah sedia
………….
jangan buang kulit pisang sembarangan
disana t’lah ada keranjang kotoran
bila adik yang baru pandai berjalan
terinjak kulit pisang di kaki kanan
adik jatuh menangis mengerang erang
sebab salah sipembuang kulit pisang
…………
Lihat ibu keretaku yang baru
cukup besar buat ayah dan ibu
roda empat buatanku sendiri
dari kulit buah jeruk bali

Layang-layang

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

Bermain berlari
Bermain layang-layang
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hatiku riang dan senang

Mengantar Ibu

Jika ku sudah besar nanti
Ku pergi dengan ibu
Ibu boleh pilih sendiri
Kemana yang dituju

Ibu bisa pilih Jogya, Bandung atau Semarang
Aku yang beli karcisnya
Karcis Kapal Terbang

 

Mobilku

Dodoli dodoli pret
suara mobilku
Rodanya dari karet
Warnanya biru

Dodoli dodoli pret
nyetir sendiri
Disetop pak polisi
Kuharus b’renti

Naik Becak

saya mau tamasya
berkeliling keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak
kereta tak berkuda
becak, becak, tolong bawa saya

saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan aksi
ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari
bagai takkan berhenti
becak, becak, jalan hati-hati

Naik Delman

Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendarai kuda supaya baik jalannya Hei!

Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s’patu kuda

Naik Gunung

Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali
Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali

Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara

Naik Kereta Api

kereta api … tut … tut … tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung … Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama

Cepat kretaku jalan …tut…tut…tut
Banyak penumpang turut
K’retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun

Nenek Moyangku Seorang Pelaut

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai


belalai gajah panjang
bulu kucingku belang
Tuhan maha penyayang
anak-anak disayang

 

Speak Your Mind

*